begitu bangun tidur dipagi hari katakan bahwa aku mempunyai waktu yang panjang dan aku sama sekali tidak terlambat.buat apa aku terburu-buru,tidak ada sesuatu yang perlu aku kejar-kejar dan aku tidak sedang dikejar-kejar sesuatu..Nikmati hidup...........................Melambatlah.............................berhentilah khawatir..........................lakukan lebih sedikit hal..............................................melambatlah.................................................nikmati hidup.!

admin

Wong-Jawa menghadapi globalisasi peradaban.

Wong-Jawa menghadapi globalisasi peradaban.

Beberapa ungkapan yang sempat tercuat dari sesepuh jawa, yang menginginkan akar budaya jawa janganlah sampai hilang di telan Globalisasi peradaban.

Mas tulus dari jogja:
“Yang diperlukan adalah forum atau media untuk membahas dan mempraktekkan budaya (Jawa).”
Budaya bisa langgeng dan digunakan kalau memang memiliki nilai pragmatisme, jika tidak maka tentu akan ditinggalkan komunitasnya.
Praktik budaya bisa dilakukan pada saat [...]

Humor Suroboyoan

Cerito Khayal: Salesman

Kapanane onok Salesman Vaccum Cleaner teko nhik omahku.
Ewangku durung sempet ngomong opo-opo moro-moro salesman iku
mau langsung nyebarno tembelek wedhus ndhik karpet.
Jarene ngene ”Wis pokoke buk, lek sampek vaccum cleanerku iki gak
isok nyedot, tak jamin tak emploke sithok-sithok tembeleke wedhus iku.”
Jare ewangku ”Peno kepingin didhulit sambel tha ngemploke ?”.
”Lho opoko masalae ?” [...]

Ki Ageng Pamanahan

Ki Ageng Pamanahan

Ki Ageng Pamanahan atau Ki Gede Pamanahan, adalah pendiri desa Mataram tahun 1556, yang kemudian berkembang menjadi Kesultanan Mataram di bawah pimpinan putranya, yang bergelar Panembahan Senapati.

Asal usul
Ki Pamanahan adalah putra Ki Ageng Henis, putra Ki Ageng Sela. Ia menikah dengan sepupunya sendiri, yaitu Nyai Sabinah, putri Nyai Ageng Saba (kakak perempuan Ki Ageng Henis).
Ki [...]

02=menikmati hidup.

Terjaga di tengah malam, dhe Sur menggapai anak ragilnya yang terlelap mengempot jempol tangannya sendiri di sampingnya. Bagus bergelung dalam dekapan bapaknya, menyambut rengkuhan hangat penuh kasih itu. Sementara sang istri, budhe Marni tengah asyik dengan mimpinya sendiri, esemannya menunjukkan mimpi indah sedang hinggap di alam relaksasinya.
Sementara itu di luar rumah gedhong penuh kehangatan [...]

Mengapa Wong Jawa?

wong:artinya orang,jadi lebih merujuk kepada manusianya.sesuatu yang lebih luas daripada tempat(pulau jawa) karena kita tahu keberadaan wong jawa juga ada diluar jawa bahkan diluar indonesia,malahan mendirikan negara tersendiri(suriname contohnya).Wong jawa lebih merujuk kemanusianya(human being) yang tentu lebih luas daripada sekedar seni,budaya ataupun sikap hidupnya.
Related Posts02=menikmati hidup.
Terjaga di tengah malam, dhe Sur menggapai anak ragilnya [...]

Tradisi Sungkêm

Wóntên ing budåyå utawi falsafah Jawi kathah bab ingkang wigatós tumrap kulåwargå lan bêbrayan.  Túk lan wós-ipún wóntên ing raós lan watak élíng.
Upaminipún élíng dhatêng Gusti Ingkang Måhå Kawåså, råmå, ibu, éyang, pårå alim lan ngulåmå, kadang sêntånå, mitrå, guru, pårå pangêmbatíng pråjå, lan pêmimpín sanèsipún. Têbanipún raós élíng sagêt malêmbar dhatêng tlatah padhusunan, papan [...]

Wayang

Wayang

Dalam bahasa Jawa, kata wayang berarti “bayangan”.
Jika ditinjau dari arti filsafatnya “wayang” dapat diartikan sebagai bayangan atau merupakan pencerminan dari sifat-sifat yang ada dalam jiwa manusia, seperti angkara murka, kebajikan, serakah dan lain-lain.
Sebagai alat untuk memperagakan suatu ceritera wayang.
Dimainkan oleh seorang dalang yang dibantu oleh beberapa orang penabuh gamelan dan satu atau dua orang waranggana [...]